Terobosan Baru! MTsN Luwu Utara Resmi Deklarasikan Kurikulum Berbasis Cinta, Begini Maksud dan Manfaatnya

LUWU UTARA — Sebuah langkah transformatif baru saja diukir di lapangan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Luwu Utara. Usai pelaksanaan upacara bendera mingguan pada Senin (21/9/2026), seluruh civitas akademika madrasah berkumpul untuk menjadi saksi sejarah dilaksanakannya Ikrar dan Penandatanganan Deklarasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Momen penting ini ditandai dengan penandatanganan dokumen deklarasi oleh Kepala MTsN Luwu Utara, Dra. Hj. Nurpah, M.MPd, bersama Ketua Komite MTsN Luwu Utara, Ramadhan Razak, SE. Dokumen tersebut resmi disetujui dan diketahui oleh Pengawas Tingkat Menengah Kemenag Luwu Utara, Hamzah, S.Ag, serta Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Luwu Utara, Amiruddin, S.Pd.I, M.Pd.I.

Sebagai bentuk komitmen kolektif, penandatanganan juga diikuti oleh perwakilan guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga perwakilan siswa-siswi. Seluruh rangkaian acara disaksikan langsung oleh jajaran guru, staf, dan peserta didik MTsN Luwu Utara di tengah suasana lapangan yang khidmat dan penuh semangat.

Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Manfaatnya

Apa itu Kurikulum Berbasis Cinta? Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan pendekatan pendidikan humanis bernuansa islami yang menempatkan kasih sayang, kepedulian, kehangatan, dan empati sebagai landasan utama dalam proses pembelajaran. KBC tidak sekadar berfokus pada capaian akademik semata, melainkan juga pada pembentukan karakter dan kesejahteraan emosional (emotional well-being) seluruh warga madrasah.

Manfaat Kurikulum Berbasis Cinta:

  1. Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman: Menciptakan suasana sekolah yang bebas dari perundungan (bullying), diskriminasi, dan kekerasan emosional.
  2. Penguatan Karakter dan Akhlakul Karimah: Menanamkan nilai-nilai kasih sayang, saling menghargai, dan toleransi antarsesama peserta didik serta tenaga pendidik.
  3. Peningkatan Motivasi Belajar: Peserta didik yang merasa dihargai dan dicintai cenderung lebih percaya diri, aktif, dan optimal dalam menyerap materi pelajaran.
  4. Sinergi Positif Antara Sekolah dan Orang Tua: Mempererat hubungan emosional dan kolaborasi antara pihak madrasah dengan wali murid dalam mengawal tumbuh kembang anak.

Melalui deklarasi ini, MTsN Luwu Utara berkomitmen untuk tidak hanya mencetak generasi yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kelembutan hati dan karakter yang berlandaskan kasih sayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *