Kompetisi Terakhir: Misi ‘Uji Nyali’ 3 Siswa MTsN Luwu Utara di OSN-K SMA

LUWU UTARA — Tiga pelajar kelas 9 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Luwu Utara melakukan sebuah misi “uji nyali” yang membanggakan di penghujung masa studi mereka. Pada Kamis (18/06/2026), ketiga siswa tersebut secara resmi berpartisipasi menantang siswa jenjang di atasnya dalam ajang Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) bidang Informatika untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ketiga siswa pemberani tersebut adalah Nurhidayatul Jannah, Muhammad Adnan Zaky, dan Tenri Sani Farasiah. Kompetisi yang menuntut kemampuan logika dan pemrograman tingkat tinggi ini dilaksanakan secara online di Laboratorium Komputer MTsN Luwu Utara.

Keikutsertaan para siswa ini bermula secara sederhana. Awalnya, pihak sekolah hanya menyampaikan informasi terkait dibukanya pendaftaran OSN-K SMA. Di luar dugaan, ketiga siswa tersebut merespons dengan antusias dan menyatakan keinginan kuat mereka untuk ikut serta menjajal kemampuan di level yang lebih tinggi.

Langkah “lompat jenjang” ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi MTsN Luwu Utara. Pada tahun 2022 silam, madrasah ini pernah membuat kejutan serupa dan sukses mengantarkan salah satu siswinya menembus ketatnya persaingan hingga lolos ke OSN tingkat Provinsi. Catatan sejarah inilah yang semakin memacu semangat bertanding Nur, Zaky, dan Tenri.

Guru Pembina, Sulhijas Zainuddin, mengaku sangat mengapresiasi keberanian anak didiknya yang berinisiatif mengambil tantangan ini.

“Ini adalah murni kemauan siswa kita. Sebagai pembina, kami tentu selalu men-support langkah mereka. Terlebih lagi, ini merupakan kompetisi terakhir mereka dengan membawa nama almamater madrasah kami sebelum mereka lulus nanti,” ungkap Sulhijas dengan bangga.

Dukungan maksimal pun diberikan oleh jajaran pimpinan madrasah. Kepala MTsN Luwu Utara, Dra. Hj. Nurpah, M.MPd., memastikan bahwa pihak madrasah selalu siap menjadi jembatan bagi siswa yang ingin melampaui batas kemampuannya.

“Kami dari pihak madrasah senantiasa memberikan dukungan penuh. Apapun yang menjadi potensi dan minat siswa, madrasah akan selalu hadir untuk memfasilitasi dan mengawal agar anak-anak kita bisa memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Bagi Nur, Zaky, dan Tenri, ajang ini tidak hanya sekadar perkara menang atau kalah, melainkan menjadi sebuah pembuktian diri dan pengalaman berharga sebagai penutup kisah perjalanan manis mereka selama menuntut ilmu di MTsN Luwu Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *