Dari Bangku Madrasah Menuju Skuad Elit Nasional: Jejak Mengagumkan Ibrahim Rosyid Menembus Ketatnya Seleksi Garudayaksa

LUWU UTARA — Ruang kelas bukan satu-satunya tempat bagi siswa madrasah untuk mengukir prestasi. Sebuah pembuktian nyata datang dari Ibrahim Rosyid, peserta didik asal Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Luwu Utara, yang kini tengah menatap panggung sepak bola berskala nasional. Ia secara resmi terpilih untuk mengikuti Seleksi Elite Pro Academy (EPA) Garudayaksa Tingkat Nasional.

Perjalanan Ibrahim menuju kancah nasional adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan konsistensi tinggi di lapangan hijau. Tiket berharga ini diraih melalui proses penyaringan yang sangat kompetitif.

Langkah awal sang bintang muda dimulai dari seleksi zona Luwu Raya yang digelar pada 24–25 Juni 2026 di Kabupaten Luwu Utara. Tampil memukau di daerah asalnya, Ibrahim melaju ke zona Provinsi Sulawesi Selatan. Persaingan yang semakin memanas pada seleksi tingkat provinsi di Kabupaten Gowa pada 7 Juli 2026 tak menyurutkan semangatnya. Dengan visi dan teknik bermain yang cerdas, ia sukses mengamankan posisinya dan melenggang ke tingkat nasional bersama tujuh talenta terbaik lainnya dari Sulawesi Selatan.

Tepat mulai hari ini, 15 hingga 17 Juli 2026, Ibrahim akan berjuang di ujian pamungkas. Seleksi nasional tersebut dipusatkan di fasilitas megah Training Ground Garudayaksa, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, tempat di mana para bibit unggul dari seluruh penjuru nusantara berkumpul untuk memperebutkan tempat di skuad elit.

Pencapaian luar biasa ini menghadirkan euforia sekaligus kebanggaan tak terhingga bagi keluarga besar MTsN Luwu Utara. Kepala Madrasah memberikan pesan khusus yang merepresentasikan dukungan penuh institusi pendidikan terhadap pengembangan bakat non-akademik siswanya.

“Prestasi ini mematahkan stigma bahwa pendidikan madrasah semata-mata berfokus pada nilai akademik di ruang kelas. Kami sangat bangga dan senantiasa memberikan dukungan penuh kepada setiap peserta didik yang memiliki bakat luar biasa, khususnya di lapangan hijau. Doa kami menyertai langkah ananda Ibrahim; semoga ia mampu menampilkan performa terbaiknya di fase nasional ini, lolos seleksi, dan kelak mewujudkan impian besarnya menjadi pesepak bola profesional yang membanggakan.”Dra. Hj. Nurpah, M.MPd. (Kepala MTsN Luwu Utara)

Kini, seluruh dukungan dan doa masyarakat Luwu Utara menyertai perjuangan Ibrahim di Bekasi. Ajang EPA Garudayaksa bukan sekadar kompetisi, melainkan gerbang emas bagi talenta muda madrasah untuk merajut asa menjadi pemain profesional di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *